Kondisi yang sering terjadi di banyak toko pipa adalah stok lama menumpuk di bagian belakang gudang sementara produk baru terus masuk dan langsung diambil lebih dulu.
Situasi ini memang tidak terasa bermasalah di awal, tetapi dampaknya bisa terasa belakangan.
Sebab, pipa yang terlalu lama tersimpan berisiko mengalami penurunan kualitas akibat paparan suhu atau tekanan tumpukan yang berlangsung terlalu panjang.
Jika kondisi ini sudah terjadi, produk yang seharusnya bisa dijual dengan margin keuntungan normal terpaksa didiskon atau bahkan tidak bisa dijual sama sekali.
Karena itu, sebelum masalah ini berkembang lebih jauh, kita harus memahami sistem penyimpanan yang digunakan di gudang pipa air.
Jenis Sistem Penyimpanan yang Digunakan di Gudang Pipa Air
1. First In First Out (FIFO)
FIFO bekerja dengan sistem produk yang lebih dulu masuk ke gudang menjadi yang pertama kali keluar untuk dijual.
Produk dengan tanggal masuk paling lama harus diprioritaskan untuk pengambilan.
Lalu dalam praktiknya, sistem ini membutuhkan penataan gudang terstruktur.
Produk baru diletakkan di bagian belakang atau bawah tumpukan, sedangkan produk lama berada di bagian depan atau atas agar lebih mudah diakses lebih dulu.
Selain itu, penandaan tanggal masuk pada setiap batch produk juga sangat membantu dalam menjalankan sistem ini.
Sistem penyimpanan FIFO juga paling direkomendasikan untuk toko pipa karena sifat material pipa yang bisa mengalami degradasi kualitas apabila tersimpan terlalu lama.
2. Last In First Out (LIFO)
LIFO adalah kebalikan dari FIFO. Produk yang paling terakhir masuk adalah yang pertama kali dikeluarkan untuk dijual.
Menggunakan sistem ini, stok lama cenderung terus tersimpan di bagian bawah atau belakang sementara produk baru terus berputar di lapisan atas.
LIFO direkomendasikan untuk segmen industri yang kondisi produknya tidak berubah seiring waktu penyimpanan, seperti material curah atau komoditas tertentu.
Namun, untuk produk pipa, sistem ini kurang disarankan karena stok lama berisiko terus menumpuk dan tidak pernah berputar.
3. First Expired First Out (FEFO)
FEFO adalah sistem yang mengutamakan produk dengan tanggal kedaluwarsa terdekat untuk dikeluarkan lebih dulu.
Sistem ini umum digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan produk dengan masa simpan terbatas yang jelas.
Nah, dalam konteks gudang pipa, ini berarti pipa dari batch lama atau yang sudah tersimpan paling lama harus diprioritaskan untuk keluar sebelum kualitasnya menurun.
Mengapa Sistem FIFO Paling Direkomendasikan untuk Pipa Air?
Dari ketiga sistem di atas, FIFO (First In First Out) paling direkomendasikan untuk gudang pipa air. Ada alasan yang mendasari rekomendasi ini sebagai berikut.
1. Paparan UV Bisa Menurunkan Kualitas Pipa HDPE
Pipa HDPE yang tersimpan di gudang semi-terbuka atau dekat area yang terpapar sinar matahari akan mengalami degradasi pada lapisan luarnya seiring berjalannya waktu.
Meskipun proses ini berlangsung lambat, semakin lama pipa tersimpan dengan paparan yang tidak terlindungi, risiko penurunan kualitas yang terjadi akan semakin besar.
Meskipun pipa HDPE seperti ALVApipe sudah dilengkapi ketahanan terhadap sinar UV, menyimpan pipa di dalam ruangan tertutup atau area yang terlindung dari paparan langsung tetap jauh lebih disarankan untuk menjaga kualitas material dalam jangka panjang.
Pelajari lebih lanjut tentang kualitas pipa air yang perlu dijaga sejak dari penyimpanan di gudang.
2. Risiko Deformasi Jika Tersimpan Terlalu Lama
Jika pipa tertumpuk terlalu lama dalam posisi yang sama, ia akan menanggung beban terus-menerus pada titik yang sama.
Seiring waktu, tekanan ini bisa menyebabkan perubahan bentuk permanen, utamanya untuk pipa berdiameter besar di lapisan bawah tumpukan.
Dengan sistem FIFO (First In First Out) yang memastikan pipa berputar secara teratur, risiko ini bisa diminimalkan.
3. Menghindari Dead Stock
Dead stock adalah barang yang terlalu lama tersimpan di gudang sehingga sulit terjual atau nilainya menurun. Kondisi ini sering terjadi karena barang lama tidak segera dikeluarkan, sedangkan stok baru terus berdatangan.
Penerapan sistem FIFO (First In First Out) membantu mencegah masalah tersebut karena barang yang masuk lebih dulu akan diprioritaskan untuk keluar lebih dulu. Dengan begitu, setiap stok terus bergerak sesuai urutan kedatangannya dan risiko barang menumpuk terlalu lama di gudang dapat dikurangi.
Kelola Stok Lebih Efisien, Mulai dari Pilihan Distributor yang Tepat!
Sistem penyimpanan yang baik harus didukung oleh kualitas produk yang baik pula.
Sebab, pengelolaan stok yang rapi tidak akan banyak membantu apabila barang yang diterima dari supplier memiliki kualitas berbeda-beda.
Sebagai contoh, meskipun perusahaan sudah menerapkan sistem FIFO dengan benar, pelanggan tetap bisa menerima produk dengan kualitas yang tidak seragam apabila ada perbedaan kualitas antar pengiriman.
Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan pelanggan dan menyulitkan perusahaan dalam menjaga standar produk.
Oleh karena itu, sangat penting memilih produsen dan distributor pipa yang sanggup menjaga kualitas produk secara konsisten pada setiap pengiriman.
Kabar baiknya, PT Alpha Cikupa Makmur melalui brand ALVApipe hadir sebagai pabrik pipa HDPE yang menjaga kualitas produk secara konsisten di setiap batch pengiriman.
Dengan sistem produksi terstandarisasi dan sertifikasi SNI, setiap produk pipa air HDPE ALVApipe yang masuk ke gudang Anda sudah dalam kondisi yang terjamin kualitasnya.
Pelajari juga bagaimana peran produsen pipa HDPE dalam menjaga stabilitas stok toko dari hulu ke hilir.
Yuk, segera konsultasikan kebutuhan pipa air Anda bersama tim ALVApipe melalui WhatsApp +6287726663295 untuk konsultasi dan penawaran harga terbaik sesuai kebutuhan toko Anda!
